Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes )
https://www.ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes
<div> <p><strong>Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan </strong>adalah jurnal imiah bidang kesehatan yang berisi literatur ilmiah tentang kajian penelitian murni maupun terapan dalam kesehatan serta tinjauan perkembangan teori, metode dan ilmu terapan yang berkaitan dengan bidang kesehatan.</p> <p><strong>Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan </strong>diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan <a href="http://ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/admin/iik.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri</a>. Kami mengundang para peneliti, praktisi maupun mahasiswa dalam bidang kesehatan untuk menulis perkembangan ilmu. </p> <p><strong>Jurnal Peneliitian Ilmu Kesehatan </strong>terbit sebanyak 1 (satu) kali dalam setahun pada bulan Agustus. Jurnal ini berisi artikel penelitian dan studi empiris. Semua publikasi bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan</p> </div>Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kedirien-USJurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes )2797-0280Penatalaksanaan Exercise Therapy dan Massage Pada Kasus Cerebral Palsy Spastic Quadriplegi Dalam Mengurangi Spastisitas dan Meningkatkan Kemampuan Fungsional
https://www.ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/article/view/55
<p><strong>Latar Belakang: </strong>Kehamilan merupakan 1000 hari pertama kehidupan atau sering disebut dengan periode emas. Oleh karena itu, pada masa kehamilan harus diperhatikan dengan benar agar tidak timbul permasalahan yang serius, yaitu anak lahir dengan berkebutuhan khusus. Salah satunya <em>Cerebral Palsy Spastic Quadriplegi. </em>Ini merupakan suatu gangguan pada masa perkembangan otak yang mengakibatkan gangguan motorik. Gangguan yang terjadi berupa kemampuan fungsional, motorik dan tonus otot sehingga diberikan modalitas <em>exercise therapy</em> dan <em>massage</em> untuk meningkatkan kemampuan fungsional, stimulasi motorik, memberikan efek releksasi dan meningkatkan sirkulasi darah. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada kasus <em>Cerebral Palsy Spastic Quadriplegi</em> dengan modalitas <em>Exercise therapy</em> dan <em>massage</em>. <strong>Metode</strong>: penelitian menggunakan metode studi kasus tentang penatalaksanaan fisioterapi pada kasus <em>Cerebral Palsy Spastic Quadriplegi</em> dengan modalitas <em>exercise therapy </em>dan<em> massage</em> yang dilaksanakan pada tanggal 6 Desember s/d 29 Desember 2022 di YPAC Surakarta sebanyak 7 kali dalam 1 bulan. <strong>Hasil: </strong>Penatalaksanaan fisioterapi pada kasus <em>cerebral palsy spastic quadriplegi</em> dengan modalitas <em>exercise therapy</em> dan <em>massage </em>diperoleh adanya peningkatan kemampuan fungsional untuk mempertahankan posisi duduk. <strong>Kesimpulan: </strong>penatalaksanaan fisioterapi dengan modalitas <em>Exercise therapy</em> dan <em>Massage</em> yang dilakukan sebanyak 7 kali terapi didapatkan adanya peningkatan fungsional untuk mempertahankan posisi duduk dan memberikan efek relaksasi pada pasien. Saran yang dapat diberikan kepada orang tua pasien berupa edukasi untuk memberikan stimulasi motorik dan fungsional yang dapat dilakukan dirumah sesuai dengan anjuran fisioterapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.</p>Whida Rahmawatidiyah proboyektiSanggri FelisteaFebrina Dwi Nurcahyanti
Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes )
2026-07-062026-07-0672110Efek Intervensi Dinamika Inframerah dan Aliran Udara Terhadap Ekspansi Toraks dan Skor Dispnea Pada Pasien Sindrom Obstruktif Pasca-Tuberkulosis Dengan Komorbiditas: Studi Kasus
https://www.ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/article/view/101
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Sindrom Obstruktif Pasca Tuberkulosis (SOPT) merupakan kondisi obstruksi saluran napas menetap pada penyintas TB yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Penatalaksanaan fisioterapi yang aplikatif dengan sumber daya terbatas masih memerlukan kajian lebih lanjut. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi Infrared dan Breathing Exercise terhadap peningkatan ekspansi toraks dan penurunan derajat sesak napas pada pasien SOPT dengan komorbiditas. <strong>Metode: </strong>Penelitian studi kasus ini dilakukan pada seorang pasien laki-laki usia 67 tahun dengan diagnosa SOPT, hipertensi, diabetes, dan riwayat merokok. Intervensi diberikan tiga kali pertemuan di RS Paru Manguharjo Madiun pada Desember 2025. Pengumpulan data melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pengukuran ekspansi toraks (pita ukur pada aksila, ICS 4, processus xypoideus), skala Borg, dan MMRC. Analisis data secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan nilai antar pertemuan. <strong>Hasil:</strong> Terjadi peningkatan ekspansi toraks 1-2 cm pada ketiga titik ukur, namun skala Borg (3) dan MMRC (0/4) stabil. <strong>Kesimpulan:</strong> Kombinasi Infrared dan Breathing Exercise efektif meningkatkan ekspansi toraks namun belum cukup menurunkan sesak napas subjektif dan meningkatkan aktivitas fungsional dalam tiga kali pertemuan. Diperlukan penelitian dengan durasi lebih panjang (8-12 minggu) dan desain lebih kuat.</p> <p> </p>Arshy ProdyanatasariKurniani Fatma HardiniAinaya Putri CahyaniAbidah Chiara HulwaDimas Rama PratamaLaksamana Nanca Satriya Diva
Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes )
2026-07-062026-07-06721123Efektivitas Akupunktur Titik Tanzhong (CV17) pada Penyintas Anxiety Disorder
https://www.ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/article/view/102
<p><strong>Latar Belakang: </strong><em>Anxiety disorder</em> merupakan gangguan psikologis yang ditandai oleh kekhawatiran berlebihan, ketegangan, dan gangguan fungsi sehari-hari. Meskipun terapi konvensional seperti CBT dan faramokologi terbukti efektif, namun beberapa pasien mencari alternatif non-farmakologis karena efek samping obat atau preferensi pribadi. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas akupunktur titik Tanzhong (CV17) dalam menurunkan gejala kecemasan pada penyintas <em>anxiety disorder.</em> <strong>Metode: </strong>Metode penelitian menggunakan <em>randomized controlled trial </em>(RCT) dengan 20 partisipan yang dibagi menjadi kelompok intervensi (akupunktur CV17) dan kontrol (<em>sham acupuncture</em>). Skor <em>Beck Anxiety Inventory</em> (BAI) diukur sebelum dan setelah intervensi. <strong>Hasil: </strong>Hasil menunjukkan adanya penurunan BAI signifikan pada kelompok CV17 dibandingkan kontrol (p < 0,001).</p>Viedya NovalindaPuput Mariyati
Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes )
2026-07-062026-07-06722433Efektivitas Da Huang Huang Lian Xie Xin Tang Dalam Mengobati Sindrom Panas Lambung Berlebih Pada Xiao Ke
https://www.ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/article/view/105
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Diabetes Mellitus (DM) atau Xiao Ke dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) menjadi tantangan kesehatan global utama yang ditandai dengan ketidakseimbangan metabolisme dan hiperglikemia kronis. Dalam teori TCM, sindrom Panas Lambung Berlebihan adalah manifestasi umum dari Xiao Ke yang berkontribusi pada hiperglikemia persisten dan gejala terkait. Meskipun terapi herbal telah mendapatkan pengakuan, bukti klinis mengenai formula klasik spesifik seperti Da Huang Huang Lian Xie Xin Tang masih terbatas. <strong>Tujuan:</strong> Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas klinis Da Huang Huang Lian Xie Xin Tang dalam menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki gejala klinis pada pasien Xiao Ke dengan sindrom Panas Lambung Berlebihan. <strong>Metode:</strong> studi eksperimental kuantitatif menggunakan desain kelompok tunggal pra-pasca uji dilakukan di Pusat Medis Tiongkok Utomo. Delapan peserta yang didiagnosis dengan Xiao Ke diberikan ramuan herbal standar yang terdiri dari Da Huang (6 g), Huang Qin (9 g), dan Huang Lian (6 g) dua kali sehari selama tujuh hari. Perubahan kadar glukosa darah dan gejala klinis diukur. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk untuk normalitas dan uji t berpasangan untuk mengevaluasi perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. <strong>Hasil:</strong> Kadar glukosa darah rata-rata menurun secara signifikan dari 227,125 mg/dL pada awal penelitian menjadi 178,625 mg/dL setelah tujuh hari (p < 0,05). Pasien melaporkan perbaikan gejala klinis, termasuk berkurangnya rasa haus, peningkatan pengaturan nafsu makan, dan penurunan frekuensi buang air kecil. <strong>Kesimpulan:</strong> Da Huang Huang Lian Xie Xin Tang efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki gejala klinis pada pasien Xiao Ke dengan sindrom Panas Lambung Berlebih. Temuan ini mendukung potensi penggunaan formula herbal TCM yang ditargetkan sebagai terapi komplementer dalam manajemen diabetes.</p>Shilvi PratiwiPrima Lukis AgustiAnindini Winda AmaliaHafna Rosyitaatmira sariwatiJessi Suryani SetyawanViedya Novalinda Saidi AgustiHartati TunaIsmiy Noer Wahyuni
Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes )
2026-07-062026-07-06723445Kontribusi Polisi Cepek Terhadap Keselamatan Lalu Lintas di Persimpangan Jalan Penanggungan Kota Kediri
https://www.ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/article/view/108
<h5><strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Polisi Cepek terhadap keselamatan lalu lintas di persimpangan Jalan Penanggungan, Kota Kediri. Persimpangan ini merupakan salah satu titik rawan kemacetan karena tidak dilengkapi lampu lalu lintas dan padat kendaraan, terutama pada jam sibuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam terhadap satu orang Polisi Cepek yang bertugas di lokasi tersebut. Hasil wawancara menunjukkan bahwa motivasi utama menjadi Polisi Cepek adalah keinginan membantu pengguna jalan dan kebutuhan ekonomi. Aktivitas yang dilakukan meliputi mengatur lalu lintas dan membantu pejalan kaki menyeberang, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Polisi Cepek biasanya menerima imbalan secara sukarela dari pengguna jalan. Keberadaan mereka memberikan dampak positif berupa kelancaran arus lalu lintas dan peningkatan keselamatan di jalan. Namun, profesi ini juga memiliki sisi negatif karena tidak memiliki legalitas, tidak adanya standar tarif, dan dapat menimbulkan kecemburuan sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan peran pemerintah untuk mengatur praktik ini melalui penegakan hukum, penciptaan lapangan kerja formal, dan edukasi kepada masyarakat. Kesimpulannya, Polisi Cepek memiliki peran fungsional dalam mengatasi masalah lalu lintas secara lokal, namun perlu pengaturan lebih lanjut agar tidak menimbulkan permasalahan baru.</strong></h5> <h5><strong>Kata kunci: Polisi Cepek, Keselamatan Lalu Lintas, Kemacetan, Peran Sosial</strong></h5>SeptiaIndira Mustika TandionoVeny GagoGanis fitriaIka BudiKamila PutriPoppy Ayu
Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes )
2026-07-062026-07-06724651Hubungan antara Fatherless dengan Kebutuhan Afeksi pada Perempuan Dewasa Awal di IIK Bhakti Wiyata Kediri
https://www.ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/article/view/114
<p><em>Fatherless</em> merupakan kondisi ketika individu tidak memperoleh keterlibatan ayah secara optimal, baik secara fisik maupun emosional, yang dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan afeksi pada perempuan dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>fatherless </em>dengan kebutuhan afeksi pada perempuan dewasa awal di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 115 perempuan dewasa awal berusia 18-25 tahun yang mengalami <em>fatherless</em> dan dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan skala <em>Fatherless</em> dan skala Kebutuhan Afeksi, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank (Spearman's Rho). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara <em>fatherless</em> dengan kebutuhan afeksi (r = 0,984; p = 0,001), dengan kontribusi sebesar 97,4%. Semakin tinggi tingkat <em>fatherless</em> yang dialami, semakin tinggi pula kebutuhan afeksi pada perempuan dewasa awal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa <em>fatherless</em> berhubungan secara signifikan dengan kebutuhan afeksi, sehingga keterlibatan ayah memiliki peran penting dalam perkembangan emosional perempuan dewasa awal.</p>Deka ChantikaMifta Wahyu Rafa Sakina
Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes )
2026-07-062026-07-06725256Hubungan Tingkat Kepatuhan Diet dan Kadar HbA1c dengan Kadar Kreatinin Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Toeloengredjo Kabupaten Kediri
https://www.ojs.pikes.iik.ac.id/index.php/jpikes/article/view/115
<p>Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah, dan jika tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler. Beberapa cara pengelolaan penyakit DM adalah melakukan terapi diet sesuai anjuran dan melakukan pemantauan kadar gula darah kadar dan HbA1c. Kondisi hiperglikemia dan peningkatan kadar HbA1c yang tidak terkontrol dapat memicu hiperfiltrasi dan hipertrofi ginjal sehingga dapat menyebabkan perubahan fungsi ginjal. Parameter gangguan fungsi ginjal dapat dideteksi melalui kadar kreatinin. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan diet dan kadar HbA1c dengan kadar kreatinin darah. Jenis Penelitian ini adalah <em>Cross-sectional</em> yang melibatkan sampel penelitian sebanyak 50 orang pasien dengan diagnosis medis DM tipe 2 yang menjalani perawatan rawat inap di RS Toeleongredjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode <em>purposive sampling</em> dengan kriteria inklusi tidak mengalami komplikasi penyakit jantung dan penyakit ginjal serta sudah pernah mendapatkan edukasi gizi terkait diet DM. Data kepatuhan diet didapat dengan menggunakan kuesioner, sedangkan data HbA1c dan kadar kreatinin diambil dari hasil laboratorium, untuk mengetahui hubungan antara variabel menggunakan uji <em>Chi-square. </em>Uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat kepatuhan diet dengan kadar kreatinin darah dengan nilai 0,034 (<em>p</em><0,05) dan OR 0,3 sedangkan kadar HbA1c dengan kadar kreatinin darah dengan <em>p</em> = 0,235 (<em>p</em>> 0,05). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kepatuhan diet dengan kreatinin darah dengan OR 0,3 yang berarti bahwa kepatuhan diet merupakan faktor protektif terhadap kenaikan kadar kreatinin darah, serta tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar HbA1c dengan kadar kreatinin darah.</p>Denis MelatiResy WulaningrumNuzul Dwi Utami
Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Ilmu Kesehatan (Jurnal Pikes )
2026-07-062026-07-06725768