Abstract
Latar belakang : Diskolorisasi gigi merupakan masalah estetik yang dapat mengganggu penampilan seseorang, sehingga dapat dilakukan perawatan dalam Kedokteran Gigi yang disebut perawatan bleaching. Bahan bleaching adalah karbamide peroksida dan hydrogen peroksida. Belimbing wuluh (Averrhoa blimbi L) yang mempunyai kandungan senyawa karboksilat diduga dapat digunakan sebagai bahan bleaching. Tujuan: Membuktikan pemanfaatan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) pada kasus diskolorisasi gigi pasca perendaman kopi. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan true experimental laboratories, dengan desain penelitian pretest-posttest with control group. Sampel penelitian yaitu 20 gigi premolar pasca pencabutan gigi. Sampel direndam dalam larutan kopi dan selanjutnya diberi perlakuan dengan perendaman dalam ekstrak buah Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) dengan konsentrasi 60%, 70%, 80% dan hidrogen peroksida 6% sebagai kontrol positif. Perlakuan dilakukan 2jam/hari selama 14 hari. Pengukuran perubahan warna dilakukan sebelum dan setelah perlakuan menggunakan alat spektrofotometer. Analisis data dengan uji One Way Annova yang dilanjutkan dengan uji Least Significant Different(LSD). Hasil: Terjadi perubahan warna gigi lebih terang setelah dilakuakn perendaman dalam esktrak buah Belimbing wuluh. Uji Least Significant Different (LSD) menunjukan perubahan warna gigi setelah perendaman dalam ekstrak buah Belimbing wuluh 80% dan tidak memiliki perbedaan yang bermakna (p>0,05) dengan kontrol positif. Kesimpulan: Ekstrak buah Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) konsentrasi 80% mempunyai manfaat terhadap diskolorisasi gigi pasca perendaman kopi.
References
American Dental Association. 2012. Statement on the safety and effectiveness of tooth whitening product. P.1-4.
Australian Dental Association. 2009. Community oral health promotion: teeth whitening (bleaching) by persons other than dental care providers. P.1-5.
Avery JK., Pauline F. 2014. Essentials of oral histology and embryology: a clinical approanch.4rd ed. Mosby P.92-96.
Dalimartha, S. 2008. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi). Atlas tumbuhan obat Indonesia. Edisi ke-5. Jakarta: Pustaka Bunda. P. 6-10.
Daniel, W.W., dan Cross, C.L. 2012. Biostatistics: A Foundation for Analysis in the Health Sciences. US:Wiley Global Education. Duncan D, Crews KM, Lentz D, Gordy FM, Tolbert B. 2004. Effect of bleaching agents on chemical composition of enamel. Miss Dent Assoc J .Vol.53 P.20-21.
Fauziah C, Fitriyani S, Diansari V. 2012. Colour change of enamel after application of Averrhoa bilimbi. J Dent Indonesia. 19(3): 53- 4.
Garg N, Garg A. 2010. Textbook of endodontics. 2nd ed. New Delhi: Jaypee Brothers. P.443-450.
Geetha RV, Lakksmi T, Roy A,. 2011. Averrhoa bilimbi linn-Nature’s drug store- A pharmacological review. IJDDR Vol.3(3) P.101-106.
Gerlach dan Munoz-Viveroz. 2011. Dental Esthetics in Practice:Part 5- Tooth Whitening. Continuing Education Course. P.3-4
Gursoy, U. K., Eren, D. I., Bektas, O. O., Hurmuzlu, F., Bostanci, V,, Ozdemir, H., 2008. “Effect of external tooth bleaching on dental plaque accumulation and tooth discoloration”, J. Med Oral Patol Oral Cir Buccal, Vol.13(4), P.266-269
Greenwall, L. 2001. Bleaching Techniques In Restorative Dentistry. UK: Martin Dunitz Ltd. Herliani, An an. 2008. Spektrofotometri. Pengendalian Mutu Agroindustri-Program D4 PJJ.
Hilya, Sundari L, Viona Diansari, Zulfan MA. 2012.Perbandinngan efektifitas pemutihan email gigi antara stroberi (fragaria sp) dan apel (malus sp) sebagai bahan bleaching alami dengan karbamid peroksida 10%. Cakradonya Dental Journal. Vol.4(2) P.494-500.
Jakfar S. 2009. Pengaruh agen aktif bleaching terhadap jaringan keras dan lunak mulut serta bahan restorasi kedokteran gigi. Cakradonya Dent J. Vol.2(1) P.62-4.
Kemendag RI. 2017. Info Komoditi Tanaman Obat. Jakarta: Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. P.1-2
Kwon, S.R., Ko,S.H., dan Greenwall, W.B. 2009. Tooth Whitening in Esthetic Dentistry: Principles and Techniques. UK: Quintessence Publishing Co, Ltd.
Manuel ST, Abhishek P, Kundabala M. 2010. Etiology of tooth discoloration-a review. Nig Dent J. Vol.18(2) P.56.
Mario, P. 2011. Khasiat dan manfaat belimbing wuluh. Stomata: Surabaya.
Meizarini, A. & Rianti, D. 2005. Bahan Pemutih Gigi dengan Sertifikat ADA/ISO. DENT. J, P.73-76.
Noerdin A, Astrid Y, Yosi KE. 2009. Efek Bahan Remineralisasi terhadap Kekerasan Email Gigi Setelah Pemutihan dengan Hidrogen peroksida 38%. Jurnal PDGI. Vol.53(3) P.110-115
Odell, E. W. 2004. Clinical Problem Solving in Dentistry. Philadelpia, USA: Elsevier's Health Science Right Departement.
Patil, A. P. 2010. Physical and Chemical Characteristic of Carambola (Averrhoa Carambola L.) Fruit at Three Stages of Maturity. IJABPT. P.624-629.
Perdigao J, Loguercio AD, Reis A, Araujo E. 2016. At-home tooth whitening. In: Perdigao J. Tooth whitening an evidence-based perspective. Switzerland: Springer. P.123-30. Prasetyo EA. 2005. Keasamaan Minuman Ringan Menurunkan Kekerasan Permukaan Gigi. Majalah Kedokteran Gigi (Dent J). Vol.38 P.60-63
Prastiwi CD, Wijayanti N. 2016. Perbedaan lama waktu perendaman gigi dalam ekstrak buah belimbing (averrhoa carambola) terhadap perubahan warna gigi. Yogyakarta : UMY. Naskah Publikasi P.1-12.
Riani Dwi Meiyestri, Oenzil Fadil, Kasumi Nila. 2015. Pengaruh Aplikasi Bahan Pemuytih Gigi Karbamid Peroksida 10% dan Hidrogen Proksida 6% secara Home Bleaching Terhadap kekerasan Email Gigi. Jurnal Kesehatan Andalas Vol.4(2) P.347-8
Rohman, A. dan Gandjar, I. G. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Saputro. 2009. Pengaruh Konsentrasi Jus Buah Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) terhadap Perubahan Warna Gigi dalam Proses Pemutihan Gigi secara In-vitro.Cakradonya Dent J. Vol.9(2)
Sudarsono, eds. 2002. Tumbuhan obat II, Hasil Penelitian, Sifat-sifat dan penggunaan. Yogyakarta: Pusat Studi Obat Tradisional- UGM-Sekip Utama P.15-17
Sundoro, E.H. 2005. Serba Serbi Ilmu Konservasi Gigi. Jakarta: UI Press. P.175 Suprastiwi E. 2005. Penggunaan Karbamid Peroksida sebagai bahan pemutih gigi. Ind J Dentistry. Vol.12(3).
Taha, ST. 2010. Enamel Paste in the Treatment of Dentin Hypersensitivity. The University of Michigan
Tarigan R, Tarigan G. 2015. Perawatan pulpa gigi (endodonti). Ed 3. Jakarta: EGC. P.202- 204.
Torabinejad M and Walton R.E,. 2009. “Principles and practice of Endodontics 3rd ed. Saunders: Philadelpha.P.407-425
